Panduan Memilih Sarung Tangan Kerja — Dari Bahaya, Bukan Dari Harga


Sarung tangan adalah APD yang paling sering dibeli ulang dan paling sering salah pilih. Satu pasang sarung tangan las dipakai untuk merakit komponen kecil, jari jadi kaku dan pekerjaan melambat. Sebaliknya sarung tangan rajut dipakai memegang pelat bergerigi, tangan tetap tergores. Keduanya sarung tangan kerja, tapi dirancang untuk bahaya yang berbeda.
Panduan ini membantu Anda memilih berdasarkan jenis bahayanya, bukan berdasarkan harga atau kebiasaan.
Kenali dulu bahayanya, baru pilih bahannya
Ada lima bahaya utama di tangan, dan masing-masing menuntut bahan berbeda:
- Gesekan dan kotoran ringan — memindahkan barang, bongkar muat, kerja gudang
- Benda tajam — pelat besi, kaca, seng, cutter
- Panas dan percikan api — mengelas, menggerinda, memotong besi
- Bahan kimia — oli, solar, cairan pembersih, cat, pupuk
- Benturan — alat berat, pekerjaan bongkar, perkakas besar
Sarung tangan yang benar untuk satu bahaya bisa justru berbahaya untuk bahaya lain. Sarung tangan karet melindungi dari kimia tapi meleleh kena percikan las.
EN 388: empat angka yang menentukan
Kalau pada label tertulis EN 388 diikuti empat angka, itu bukan hiasan. Standar Eropa ini menilai sarung tangan pada empat ujian, masing-masing berskala 1–4 (atau 1–5 untuk potong):
- Angka ke-1 — ketahanan gesekan. Semakin tinggi, semakin awet dipakai kerja kasar.
- Angka ke-2 — ketahanan potong. Inilah yang penting bila Anda memegang pelat atau kaca.
- Angka ke-3 — ketahanan sobek.
- Angka ke-4 — ketahanan tusuk. Penting untuk kerja dengan paku, kawat, atau serpihan.
Sebagian produk memakai sistem huruf untuk ketahanan potong, dari A sampai F — semakin ke F semakin tahan. Di katalog kami, misalnya, Engo Cut Resistant Gloves Level 5 EN388 dan UGO CRG505 Level C keduanya sarung tangan anti potong, hanya memakai sistem penomoran yang berbeda.
Kalau label tidak mencantumkan EN 388 sama sekali, anggap sarung tangan itu untuk kerja ringan saja.
Enam jenis dan untuk pekerjaan apa
1. Katun rajut — kerja ringan dan bersih
Nyaman, murah, dan biasanya dijual lusinan. Cocok untuk bongkar muat ringan, kerja gudang, dan memegang barang yang tidak tajam. Contohnya Krisbow SRSG100 Cotton Gloves atau Kuda Sarung Tangan Rajut 8 Benang. Versi berbintik PVC seperti Krisbow SRSG101 menambah cengkeraman tanpa menambah banyak biaya.
Jangan dipakai untuk benda tajam — rajutan tidak menahan apa pun.
2. Nilon berlapis PU atau nitril — kerja presisi
Tipis, pas di tangan, dan jari tetap lincah. Paling cocok untuk perakitan, servis elektronik, dan pekerjaan yang butuh merasakan benda yang dipegang. Krisbow SRSG500 Nylon PU Coated dan UGO PU Litefit masuk kelompok ini.
Kelebihannya justru pada apa yang tidak dihalanginya: Anda tetap bisa memegang sekrup kecil.
3. Kulit — kerja berat dan kasar
Tahan gesekan, tahan panas sedang, dan kuat dipakai lama. Untuk kerja konstruksi, memegang besi, dan bongkar bangunan. Krisbow SRSG200/201 Work Glove Leather adalah contoh yang umum dipakai.
4. Kulit panjang untuk las — panas dan percikan
Berbeda dari sarung tangan kulit biasa karena panjangnya, yang melindungi pergelangan sampai lengan bawah. Ukuran 14 atau 16 inci bukan soal gaya — itu jarak aman dari percikan yang memantul.
Krisbow SRSG300 Welding Glove 16 Inch, Gosave Golden Touch Argon 16 Inch, dan Weldcraft Welding Gloves 14 Inch semuanya di kelompok ini. Untuk las TIG yang butuh kelincahan jari, ada Krisbow TIG Welding Glove 30 cm yang lebih tipis.
5. Karet — bahan kimia
Di sini bahan menentukan segalanya, dan tidak bisa saling menggantikan:
- Lateks — murah, cocok untuk pembersih rumah tangga dan kerja basah
- Nitril — tahan oli, solar, dan pelarut. Pilihan paling umum di bengkel
- Neoprene — tahan asam dan basa, untuk kimia yang lebih keras
- PVC tebal — tahan lama untuk bahan kimia dan kerja basah berat
Krisbow Nitrile Gloves, Rubberex Super Nitrile RNF15 15 Inch, dan Harmit Chemical Resistant Gloves melayani kebutuhan yang berbeda-beda. Periksa selalu bahan kimia apa yang Anda tangani sebelum memilih.
6. Anti potong dan anti benturan — risiko tertinggi
Sarung tangan anti potong memakai serat HPPE atau sejenisnya yang tidak putus saat digesek pisau — contohnya Krisbow SRSG504 HPPE Nitrile. Sarung tangan anti benturan seperti Krisbow SRSG510 Impact Glove punya bantalan di punggung tangan untuk pekerjaan dengan alat berat.
Keduanya lebih mahal, dan memang seharusnya hanya dipakai di tempat yang risikonya memang setinggi itu.
Ukuran: terlalu besar sama bahayanya dengan terlalu kecil
Sarung tangan kebesaran mudah tersangkut di mesin berputar dan mengurangi cengkeraman. Yang kesempitan membuat tangan cepat lelah dan sering dilepas — dan sarung tangan yang dilepas tidak melindungi apa pun.
Ukur lingkar telapak tangan Anda (tanpa ibu jari) dalam sentimeter; angkanya kira-kira setara ukuran sarung tangan. Untuk pekerja yang memakainya seharian, kenyamanan bukan kemewahan — itu yang menentukan sarung tangannya dipakai atau tidak.
Tiga kesalahan yang paling sering terjadi
Satu jenis untuk semua pekerjaan. Paling umum, dan paling mahal akibatnya. Lebih baik dua jenis murah yang tepat daripada satu jenis mahal yang salah.
Memakai sarung tangan sobek karena "masih bisa dipakai". Robekan kecil di sarung tangan kimia berarti tidak ada perlindungan sama sekali.
Memakai sarung tangan di dekat mesin berputar. Pada bor duduk atau mesin bubut, sarung tangan justru menambah bahaya karena bisa tertarik. Di situ tangan telanjang lebih aman.
Mulai dari pekerjaan, bukan dari rak
Kalau ragu, jawab tiga pertanyaan ini: apa yang dipegang, seberapa tajam atau panas, dan berapa lama dipakai dalam sehari. Jawabannya biasanya langsung menunjuk ke satu jenis.
Tim kami di Pontianak terbiasa membantu mencocokkan sarung tangan dengan jenis pekerjaan — termasuk untuk kebutuhan proyek yang perlu beberapa jenis sekaligus. Kirim saja foto atau ceritakan pekerjaannya, nanti kami bantu pilihkan.
Butuh perkakas berkualitas?
Jelajahi ribuan produk original bergaransi resmi di Aneka Perkakas.
Lihat Produk →