mata bor

Kenapa Mata Bor Besi Tidak Bisa Dipakai Mengebor Beton

Tim Aneka Perkakas··6 menit baca
Kenapa Mata Bor Besi Tidak Bisa Dipakai Mengebor Beton

Mata bor besi yang dipakai menembus dinding beton biasanya berakhir sama: ujungnya panas, warnanya membiru, dan lubangnya tidak bertambah dalam. Banyak yang menyimpulkan mata bornya murahan. Padahal mata bor besi yang paling mahal sekalipun akan berakhir persis begitu — karena ia memang tidak dirancang untuk pekerjaan itu.

Tonton: Bor Besi vs Bor Beton
Bor Besi vs Bor Beton

Tonton videonya →

Satu menyayat, satu menghancurkan

Inilah pemisah yang menjelaskan segalanya.

Mata bor besi bekerja dengan cara menyayat. Dua mata potong di ujungnya bertemu membentuk sudut 118 derajat, dan sudut itu bekerja seperti pahat: ia menyisipkan diri ke bawah permukaan logam, lalu mengangkat lapisan tipis. Serpihnya keluar menggulung lewat alur di badan mata bor. Kalau Anda pernah mengebor besi dan melihat tatal panjang keluar melingkar, itulah tanda mata bornya bekerja sebagaimana mestinya.

Mata bor beton tidak menyayat sama sekali. Ujungnya justru sengaja dibuat tumpul, dan bahannya bukan baja melainkan karbida tungsten. Cara kerjanya menumbuk: mesin memukul mata bor ribuan kali per menit sementara ia berputar, dan batu di depannya remuk menjadi debu.

Dua cara kerja yang berbeda menuntut dua bentuk yang berbeda. Itu sebabnya kedua mata bor tidak bisa saling menggantikan, dan bukan karena yang satu lebih murah dari yang lain.

Beton bukan bahan yang seragam

Kesalahan berpikir yang paling umum adalah menganggap beton sebagai satu bahan padat, seperti kayu atau besi.

Beton sebenarnya campuran. Ada pasta semen yang mengikat, dan di dalamnya tertanam kerikil serta pasir kuarsa. Pasta semennya relatif lunak — mata bor besi memang bisa masuk sedikit di bagian ini, dan itulah yang membuat orang mengira pekerjaannya akan berhasil.

Masalahnya muncul beberapa milimeter kemudian, saat ujung mata bor bertemu kerikil. Di titik itu ia berhenti, dan yang tersisa hanya putaran tanpa kemajuan.

Bajanya tidak lebih keras dari batunya

Di sinilah alasan sebenarnya, dan ia bisa dibaca dari angka.

Pada skala kekerasan Mohs, baja HSS yang dipakai mata bor besi berada di sekitar angka 7. Kuarsa yang terkandung dalam pasir dan agregat beton juga berada di angka 7. Karbida tungsten pada mata bor beton berada di angka 9.

Artinya mata bor besi tidak lebih keras daripada butiran yang dilawannya. Dua bahan dengan kekerasan setara yang saling digesekkan akan sama-sama aus — dan yang lebih tipis serta lebih runcing selalu kalah lebih dulu. Dalam hal ini, yang runcing adalah mata potong.

Karbida berada dua tingkat di atasnya. Selisih itulah yang membuatnya sanggup meremukkan batu alih-alih ikut terkikis.

Panas yang menyelesaikan sisanya

Ketika mata potong tidak lagi bisa menyayat, tenaga dari mesin tidak hilang. Ia berubah menjadi gesekan, dan gesekan berubah menjadi panas.

Baja HSS memiliki batas. Di atas kira-kira 500 sampai 600 derajat, proses pengerasannya rusak dan bajanya melunak — istilahnya kehilangan temper. Ujung yang tadinya tajam membulat, dan setelah membulat ia tidak akan pernah menyayat lagi meski didinginkan.

Tandanya kasatmata: ujung mata bor berubah warna menjadi kebiruan. Warna itu bukan kotoran dan tidak bisa dibersihkan. Ia penanda bahwa bagian tersebut sudah melewati suhu kritisnya. Mata bor yang sudah membiru di ujungnya boleh diasah ulang, tetapi hanya jika bagian yang membiru dibuang seluruhnya.

Proses ini berlangsung cepat — sering kali kurang dari satu menit.

Mesinnya juga menentukan

Mata bor beton yang benar pun tidak akan banyak membantu bila dipasang di mesin yang salah.

Bor putar biasa hanya memutar. Untuk beton, yang dibutuhkan adalah mesin yang memukul sambil memutar — bor impact atau bor bobok. Pukulan itulah yang meremukkan batu; putarannya hanya memindahkan posisi tumbukan dan membuang debu.

Untuk pekerjaan yang lebih berat, sistem SDS Plus memberi tenaga pukul lebih besar dan mencengkeram mata bor lebih baik daripada cekam biasa. Kami membahasnya terpisah di panduan memilih mata bor beton untuk mesin SDS Plus dan panduan memilih mesin bor bobok untuk proyek beton.

Ringkasnya

Mata bor besiMata bor beton
Cara kerjaMenyayatMenumbuk
Bahan ujungBaja HSSKarbida tungsten
Bentuk ujungRuncing, 118°Tumpul, lebih lebar dari badan
AlurSempit, untuk tatalLebar, untuk debu
MesinBor putar biasaBor impact atau bobok
UntukLogam, kayu, plastikBeton, bata, batu alam

Yang tersedia di katalog kami

Untuk logam, Krisbow Mata Bor HSS Twist Drill Titanium memakai baja HSS berlapis titanium yang memperpanjang umur mata potong pada pekerjaan logam.

Untuk beton dan tembok, tersedia BOSCH Masonry Mata Bor Beton 6–12 mm untuk mesin impact biasa, serta BOSCH SDS Plus Mata Bor Beton 6–12 mm untuk mesin bor bobok bersistem SDS Plus. Ada pula Tjap Mata Bor Beton & Bata Masonry sebagai pilihan yang lebih ringan.

Bila pekerjaannya berganti-ganti antara logam dan tembok, Deli Mata Bor Besi Beton Tembok Set 4–10 mm menyediakan keduanya dalam satu kotak.

Untuk mesinnya, BOSCH GBH 2-24 DRE Kit Mesin Bor Beton adalah bor bobok SDS Plus untuk pemakaian rutin, sedangkan BOSCH GSB 600 Impact Drill 13 mm cukup untuk kebutuhan rumah dan pemasangan ringan.

Butuh saran memilih ukuran atau jumlah? Hubungi kami di WhatsApp 0813-4767-8649 — kami melayani pengiriman ke seluruh Kalimantan Barat.

Butuh perkakas berkualitas?

Jelajahi ribuan produk original bergaransi resmi di Aneka Perkakas.

Lihat Produk →