armature

Armature: Jantung Gerinda, Bor, dan Circular Saw (Bagian 1)

Tim Aneka Perkakas··3 menit baca
Armature: Jantung Gerinda, Bor, dan Circular Saw (Bagian 1)
Tonton: Armature — jantung mesin perkakas (Bagian 1)
Armature — jantung mesin perkakas (Bagian 1)

Tonton videonya →

Buka gerinda, bor, gergaji sirkular, atau mesin profil kayu, dan Anda akan menemukan puluhan bagian. Tetapi hanya satu yang menentukan mesinnya kuat atau tidak, awet atau cepat mati: armature.

Ini bagian pertama dari dua. Di sini kita lihat bentuknya dan cara kerjanya — dan berhenti pada satu teka-teki yang jawabannya ada di bagian kedua.

Bentuknya

Armature adalah poros yang dibungkus tumpukan pelat besi tipis, lalu dililit kawat tembaga. Di satu ujungnya ada komutator — cincin tembaga bergaris-garis. Di ujung lainnya ada kipas, yang meniup udara untuk mendinginkan lilitannya sendiri.

Pelatnya ditumpuk, bukan besi pejal, supaya arus pusar (eddy current) tidak berputar-putar di dalam besi dan berubah jadi panas percuma.

Cara kerjanya: motor universal

Hampir semua perkakas berkabel memakai motor universal, disebut juga motor seri. Tiga bagiannya:

1. Kumparan medan — diam di rumahan, di kiri dan kanan armature 2. Armature — berputar di tengah 3. Sikat karbon — menyalurkan arus ke armature lewat komutator

Arus masuk lewat kumparan medan, diteruskan sepasang sikat karbon ke komutator, masuk ke lilitan armature, lalu kembali keluar. Arus yang sama melewati keduanya — itulah arti "seri". Dua medan magnet yang terbentuk saling menolak, dan armature berputar.

Kenapa arusnya harus dibalik

Di sinilah gunanya komutator, dan ini bagian yang paling sering tidak dipahami.

Bayangkan lilitan yang didorong ke satu arah. Setengah putaran kemudian, lilitan itu berada di sisi yang berlawanan — dan gaya yang tadi mendorongnya maju sekarang justru menahannya. Mesin akan bergetar di tempat, tidak berputar.

Komutator memecah masalah itu dengan cara yang sederhana: ia membalik arah arus tepat pada saat itu, sehingga dorongannya selalu searah. Cincin tembaga bergaris yang Anda lihat di ujung armature adalah sakelar mekanis yang berputar bersama porosnya, berganti sisi ribuan kali per menit.

Sifat motor seri yang perlu diketahui

  • Torsinya besar saat start. Itu sebabnya gerinda menyentak sedikit saat
  • Putaran tanpa bebannya sangat tinggi. Angka rpm di spesifikasi selalu
  • Putarannya turun saat dibebani. Ini normal, bukan tanda mesin lemah.

Teka-tekinya

Sekarang lihat angka dari katalog kami sendiri, diurutkan menurut daya:

alatdayaputaran tanpa bebanalat potongnya
BOSCH GWS 700710 W12.000 rpmbatu 100 mm
Krisbow IRAG44720 W11.000 rpmbatu 100 mm
Krisbow Mesin Profil Kayu1.200 W28.000 rpmmata 6 mm
Krisbow IRCS3 (circular saw)1.300 W5.000 rpmmata 185 mm
Krisbow IRAG712.100 W8.000 rpmbatu 180 mm

Dayanya naik dari atas ke bawah, tetapi putarannya berantakan. Yang paling bertenaga justru paling pelan. Yang 1.200 watt malah paling kencang.

Jadi watt tidak menentukan rpm. Lalu apa yang menentukan?

Petunjuknya: bukan soal tenaga, dan bukan karena motornya lemah. Jawabannya di bagian kedua — kenapa gerinda 2.100 watt berputar lebih pelan daripada yang 720 watt.

Mesin yang memakai armature

Bacaan terkait: gerinda tangan — batu yang benar, pelindung yang tidak dilepas · tips merawat mesin gerinda · toko terdekat power tools di Pontianak.

Cara memesan — juga dari luar Pontianak

1. Buka www.anekaperkakas.com 2. Ketik nama mesinnya — "gerinda", "bor", "circular saw" 3. Buka halaman produknya, ketuk Spesifikasi — daya dan putarannya tertulis di sana 4. Tekan Tanya via WhatsApp, sebutkan pekerjaannya 5. Di luar Pontianak tetap bisa memesan lewat anekaperkakas.com — barangnya kami kirim dari Pontianak ke seluruh Kalimantan Barat

Showroom kami di Jl. Hijas No. 23, Pontianak.

Artikel terkait

Butuh perkakas berkualitas?

Jelajahi ribuan produk original bergaransi resmi di Aneka Perkakas.

Lihat Produk →
Armature: Jantung Gerinda, Bor, dan Circular Saw (Bagian 1)